01_tolsyasupi
16:04

TOLSYASUPI-EduMed: Solusi Mudah Mempelajari Alur Coding pada Pembelajaran di SMK

Di era revolusi industri 4.0 ini, urgensi keahlian dalam bidang pemrograman sangatlah penting untuk mendukung otomatisasi pergerakan sebuah mesin, sistem, dan atau aplikasi yang dapat dikontrol oleh sebuah program. Oleh karenanya mata pelajaran pemrograman dasar dijadikan mata pelajaran produktif wajib untuk keahlian dasar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia, pada rumpun bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya pada program keahlian Teknik Komputer dan Informatika. Mata pelajaran pemrograman dasar memiliki fungsi sebagai fondasi awal bagi para siswa untuk berlatih pola pikir (logika), mengasah kreativitas dan memahami bahasa pemrograman serta sebagai dasar untuk pelajaran terkait lainnya.

01_ujicobaNamun, kecenderungannya pemrograman sangat sulit dipelajari. Hal itulah yang melatar belakangi Aulia Akhrian Syahidi, mahasiswa Magister Ilmu Komputer (S2) angkatan 2017 untuk melakukan pengembangan media edukasi yang diberi nama TOLSYASUPI-EduMed.  Penelitian dan pengembangan aplikasi ini dibimbing oleh Dr. Eng. Herman Tolle, S.T., M.T. selaku Kepala Grup Riset MGM dan Dr. Eng. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. selaku Kepala Grup Riset T-EL serta satu orang dosen kolaborasi yaitu Prof. Tsukasa Hirashima, B.E., M.E., Ph.D. selaku Kepala Learning Engineering Lab. Hiroshima University Jepang.

Cara kerja TOLSYASUPI-EduMed menganut model pembelajaran problem-posing, dimana para siswa dapat mengajukan masalah dan rekomendasi pemecahan masalah berkaitan dengan materi pemrograman dasar. Tahap pertama adalah pengajuan masalah, dimana siswa mengajukan kasus dan penyelesaian masalah berupa baris-baris kode program serta screenshoot dari output kode program jika di run. Kemudian pengajuan tersebut divalidasi oleh para guru/peneliti. Jika pengajuan valid, maka direkomendasikan untuk dimasukkan ke dalam database bank soal. Jika belum valid, diperlukan revisi bahkan pengajuan ulang. Proses selanjutnya, tahap kedua pengerjaan kuis. Di tahap ini para siswa yang lain akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menelaah kasus, kemudian menyusun kode-kode program dengan melakukan interaksi drag and drop. Jumlah kuis yang tersedia sebanyak 20 soal secara acak, dengan alokasi waktu 30 menit. Para siswa juga diizinkan untuk mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu, dengan disediakannya tombol Next dan Prev.

Di akhir kuis (kondisi normal), ketika pengguna telah sampai pada nomor pertanyaan 20 maka akan ada tombol Submit, untuk mengirimkan semua jawaban mereka ke dalam sistem. Selanjutnya dilakukan pencocokan antara kunci jawaban dari sistem dan jawaban pengguna. Namun, jika pengguna kehabisan waktu (kondisi tidak normal), maka tombol submit tidak ada dan sistem secara langsung menutup akses pengerjaan kuis, serta menampilkan halaman informasi penilaian. Penilaian tersebut merupakan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa, terdiri atas informasi skor, waktu yang diperlukan dan keputusan (Berhasil/Gagal) dengan minimal skor adalah 70 (menyesuaikan KKM mata pelajaran). Pada halaman informasi penilaian juga disediakan tombol review yang berfungsi untuk memunculkan umpan balik, yaitu nomor pertanyaan mana saja yang benar dan salah serta informasi perbandingan susunan kode program antara yang telah disusun oleh pengguna dan kunci jawaban dari sistem.

“Kelebihan utama dari media edukasi ini adalah penerapan model pembelajaran dalam alur interaksinya. Media edukasi ini juga bisa menganalisis secara otomatis soal dengan level sulit dan mudah, serta mampu memproses pencocokan antara kode-kode baris pada kunci jawaban di sistem dengan jawaban siswa,” jelas Akhrian.

TOLSYASUPI-EduMed ini telah diujicobakan di SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang yang melibatkan 36 siswa pada program keahlian multimedia. Hasil ujicoba menunjukkan adanya peningkatan aktivitas, hasil belajar dan motivasi belajar pada para siswa. Dari sisi non-fungsional, para pengguna menyatakan aplikasi ini memiliki manfaat yang sangat baik dan perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut seperti pembuatan aplikasi dalam perangkat mobile dan melakukan analisis pengenalan pola pembelajaran (learning pattern recognition).

Topik tesis tentang TOLSYASUPI-EduMed ini juga telah melalui tahapan ujian tesis dengan para penguji yaitu Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D. dan Fatwa Ramdani, D.Sc., S.Si., M.Sc. Hasil-hasil penelitian dan pengembangan dari aplikasi TOLSYASUPI-EduMed ini telah dilaporkan dan dipublikasikan pada beberapa jurnal nasional maupun internasional, diantaranya yang sudah melalui tahapan publikasi yakni pada Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 4 No. 2 Tahun 2019 PP. 137-155, KINETIK Journal Vol. 4 No. 4 Tahun 2019, International Journal of Education, International Journal of Web-Based Learning and Teaching Technologies, dan beberapa masih proses review serta publikasi. [rian/dna]

 

 

 

Share